ATOM

Menurut seorang filosof Yunani, Democritus (463-370 SM), atom berasal dari kata atomos, diamana A berarti tidak, dan Tomos berarti memotong. Dinamakan atom karena dianggap tidak dapat dipecah lagi.  Jadi, atom bisa diartikan tidak terpotong, tidak dapat dibagi, atau tidak dapat dibelah.

Atom merupakan partikel terkecil penyusun suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom terdiri dari partikel-partikel yang jauh lebih kecil yang memiliki sifat sendiri. Partikel-partikel tersebut adalah proton, netron yang terdapat dalam inti atom dan elektron yang mengorbit inti dengan lintasan tertentu. Proton memiliki sifat bermuatan listrik positip dan elektron memiliki sifat bermuatan listrik negatip, sedang neutron memiliki sifat yang netral. Besar muatan listrik proton dan elektron sama.

Setiap baris sistem periodik dimulai dengan unsur logam alkali dan berakhir dengan unsur gas mulia. Unsur-unsur yang merupakan satu golongan akan ditemukan kembali sifat atomnya secara periodik dalam setiap baris. Oleh karena itu, baris dalam sistem periodik unsur disebut periode. Dalam sistem periodik unsur, setiap unsur ditulis dalam bentuk lambang unsur disertai dengan identitas yang dimiliki unsur tersebut, yaitu berupa nomor atom dan nomor massa.

Teori Atom Dalton
John Dalton (1766–1844), mengajukan pemikiran tentang partikel terkecil yang menyusun materi tersebut  yaitu:

  1. Setiap unsur terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi, disebut atom.
  2. Semua atom dari unsur yang sama memiliki ukuran dan massa yang sama. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki massa yang berbeda.
  3. Atom-atom tidak dapat dirusak. Atom-atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan melalui reaksi kimia.
  4. Melalui reaksi kimia, atom-atom dari pereaksi akan memiliki susunan yang baru dan akan saling terikat satu sama lain dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu

Model atom Dalton: Dianggap sebagai bola pejal seperti pada bola tolak peluru.

Kelemahan Teori Dalton tidak menerapkan hubungan antara larutan senyawa dan daya hantar arus listrik.

Model Atom Thomson: Penemuan elektron oleh Thomson pada awal abad 20 melemahkan teori atom Dalton. Menurut Thomson dalam suatu atom terdiri dari materi yang bermuatan positif dan elektron-elektron yang tersebar merata. Teori atom Thomson ini sering disebut dengan teori atom kismis. Elektron-elektron yang menyebar dalam atom diumpamakan sebagai kismis yang menyebar diseluruh bagian roti.

Model Atom Rutherford:  Sebagian dari massa dan muatan (+) sebuah atom berpusat pada daerah yang sempit yang disebut inti atom, sebagian besar atom merupakan ruang kosong. Besarnya muatan pada inti berbeda untuk atom yang berbeda dan kira-kira setengah dari nilai numerik bobot atom suatu unsur. Diluar inti suatu atom harus terdapat elektron yang jumlahnya sama dengan satuan muatan inti (agar atom netral).

Video Percobaan Rutherford

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: